Mengenal Apa itu Orifice Meter

Orifice meter adalah satu set alat yang diletakan di suatu pipa untuk menghambat aliran fluida dan menimbulkan pressure drop. Pengukuran laju aliran (flow rate) didapat dari perbedaan tekanan karena adanya pressure drop tersebut. Metode pengukuran ini disebut inferential atau rate meter. Jadi tidak langsung mengukur quantity fluida.

Fluida yang dihitung adalah fluida alir yang masuk kedalam tokico flow meter. Jenis orifice meter yang banyak dipakai dan sudah memiliki standar, antara lain berbentuk concentric, square edge, flange tap orifice meter. Selain orifice plate, Flow nozzle dan venturi tube juga masuk kedalam jenis flow meter ini. Agar dapat dipakai untuk pengukuran, alat ini perlu di kalibrasi secara empiris. Yaitu dengan mengalirkan sejumlah volume tertentu fluida dan mencatat pembacaannya untuk mendapatkan quantity standard bagi pengukuran fluida lainnya. Dengan mengikuti konstruksi mekanis yang standard, tidak diperlukan kalibrasi kembali. Area jet yang mengecil sesaat fluida melalui lubang orifice (orifice bore) disebut “vena contracta”.

Cara kerja dan sistematika dari Orifice Meter

Sistematika kerja flow meter fill rite adalah mengukur aliran gas di dalam pipa yang dipersempit lubang alirannya dengan orifice (lubang kecil), akan terjadi gesekan  dan terjadi perbedaan tekanan antara sebelum orifice (upstream) dan setelah orifice (downstream). Untuk menentukan beda tekanan tersebut digunakan alat ukur beda tekanan dengan alat bellow atau merqury float.

Ketika aliran fluida mendekati orifice, tekanan naik sedikit dan kemudian turun mendadak begitu melewati lubang di orifice plate. Tekanan ini terus turun sampai “vena contracta” tercapai, lalu perlahan lahan naik kembali sampai mendekati 5 sampai 8 diameter, tekanan tertinggi dicapai yang mana masih lebih rendah dari tekanan sebelum fluida masuk ke dalam westechaus flowmeter orifice. Penurunan tekanan ketika fluida melewati orifice sebagai akibat dari kenaikan velocity fluida sesudah melalui lubang orifice plate. Setelah velocity turun, tekanan cenderung naik kembali menuju tekanan semula. Semua rugi tekanan (pressure loss) tidak dapat kembali karena adanya rugi rugi friksi dan turbulence di pipa. Tekanan jatuh di orifice akan naik sejalan dengan kenaikan laju aliran (flow rate) fluida. Bila tidak ada aliran, maka tidak ada beda tekanan. Beda tekanan proportional dengan kwadrat velocity, dengan demikian, bila semua faktor tetap, maka beda tekanan proportional dengan kwadrat laju aliran setimbang.