Kurangnya SDM Berkualitas Hadapi Pasar Bebas

Indonesia Masih Menjadi Masyarakat Konsumtif

Sebuah kondisi yang miris ditengah gencarnya program masyarakat ekonomi ASEN, rakyat Indonesia justru hanya menjadi konsumen untuk produk-produk yang diperjual belikan. Padahal seharusnya masyarakat Indonesia juga menjadi bagian dari persaingan pasar bebas untuk meningkatkan taraf hidupnya. Lalu apakah yang menyebabkan hal ini?

Salah satu penyebab kenapa masyarakat Indonesia hanya menjadi konsumen ditengah arus pasar bebas ini adalah kurangnya sumber daya yang berkualitas. SDM berkualitas dari segi keterampilan, kemampuan dan kreatifitas ini tidak mudah ditemukan di setiap diri manusia, membutuhkan sebuah proses yang dikenal dengan istilah Pengembangan SDM. Proses ini membutuhkan sebuah lembaga atau institusi yang memang mengkhususkan diri dalam pengembangan kualitas dari setiap aspek yang ingin ditonjolkan.

Baca Juga Terkait : Pencurian Ikan Akibat Krisis SDM Maritim

Sesungguhnya SDM yang berkualitas dalam sebuah bidang bisa menjadi aset yang sangat berharga bagi sebuah daerah ataupun negara dalam memenangkan persaingan. Sebut saja sebuah perusahaan, ketika mereka memiliki SDM yang berkualitas dan dimanajemen dengan baik, maka sudah pasti perusahaan tersebut bisa mencapai kesuksesan dalam mencapai visi dan misi perusahaannya. Negarapun tak beda jauh dengan perusahaannya, jika semua SDM nya berkualitas dan di manajemen dengan baik, maka negara itu pasti menjadi negara yang maju dan berkembang pesat.

Mengatasi Kekurangan SDM dengan Pengembangan di setiap sektor yang diunggulkan

Untuk mengatasi kekurangan SDM yang berkualitas, sesungguhnya pemerintah bisa melakukan beberapa cara, dimulai dengan pengembangan SDM di beberapa sektor yang di unggulkan. Manajemen Sumber Daya Manusia yang dilakukan mencakup serangkaian proses yang menangani masalah masalah yang ada dalam lingkup bahan baku, tenaga kerja, permodalan, hingga pemasaran agar bisa menunjang kegiatan untuk mencapai tujuan yaitu unggul dan berdaya saing tinggi.

Sebagai contoh untuk sektor pariwisata, pengembangan SDM bisa dilakukan dengan memberikan bekal terkait bahasa asing seperti bahasa inggris sebagai bahasa global. Pembinaan pada masyarakat yang berinteraksi langsung dengan turis pada sektor pariwisata seperti yang dilakukan oleh pemerintah bali melalui pengelolaan pasar sukowati yang ramah turis, atau angkutan kota yang nyaman.

Di sektor penjualan merchandise pun bisa dilakukan proses pengembangan SDM dengan cara memberikan pelatihan bentuk-bentuk kerajinan yang lebih variatif agar memiliki nilai jual yang tinggi, atau setidaknya bisa bersaing dengan kerajinan yang dibuat dengan harga yang lebih murah.

Langkah lain untuk mengembangan SDM yang berkualitas adalah dengan memberikan pendidikan yang lebih menunjang. Langkah ini sudah dilakukan oleh pemerintah dan institusi untuk mengirimkan mahasiswa keluar negeri dengan bantuan beasiswa.

Baca Tentang : 5 Hal Yang Bikin Kuliah Di Luar Negeri Menyenangkan

Dengan langkah kongkrit seperti ini kekurangan SDM yang dialami oleh masyarakat Indonesia bisa diminalisir dan mencapai misi Indonesia Negara Berkembang di tahun 2025.